Dia Berpose

posted in: Diary | 0

Saya meminta pak Benny, pemandu dari kampung itu untuk berdiri di salah satu sudut Watu Sermeng atau yang populer disebut Gua Batu Cermin. Tujuannya agar foto yang ingin saya ambil ada pembanding skalanya. Eh, malah dia berpose. Saya terpaksa menahan tawa.

Pak Benny adalah orang kampung yang diberdayakan Dinas Pariwisata Manggarai Barat untuk menjadi pemandu saat ada orang yang ingin mengeskplore gua dengan ketinggian 75 meter ini. Iya, Gua Batu Cermin selain masuk ke dalam, juga menjulang ke atas hingga ke puncak batu di ketinggian 75 meter.

Sepanjang kami mengeksplore lorong-lorong sempit, lembab dan gelap, beringsut di antara stalagtit dan stalagmit, pak Benny terus melafalkan nama Theodore Verhoven. Sebagaimana pak Benny, penduduk di sekitar situ juga memuja pastor asal Belanda yang juga seorang arkeolog ini.

Verhoven lah yang menemukan gua ini pada tahun 1952. Karena dia seorang arkeolog, amatannya terhadap beberapa fosil hewan laut yang menempel di dinding-dinding gua membawa dia pada sebuah teori, bahwa pulau Flores termasuk Labuan Bajo, dulunya berada di dasar laut, lalu terangkat ke permukaan karena adanya gempa yang sangat kuat.

Fosil-fosil berupa kerang itu disinari oleh senter yang dibawa pak Benny. Dia tak pernah berhenti mengeja keterangan apa saja yang dia hafal soal gua ini. Sesekali dia menginterupsi saat saya memotret hanya untuk mendengar apa yang dia rasa perlu untuk disampaikan. Termasuk soal anggapannya, bahwa butiran yang bersinar terkena senter itu adalah kristal yang berharga dan patut dijaga kampung mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *